PEWARTAINDO | Surabaya - Suasana diskusi May Day di Wico Telkom University Surabaya, Surabaya, Kamis (30/4/2026) sore, berlangsung hangat dan penuh gagasan. Kegiatan yang digelar oleh BEM Seluruh Indonesia wilayah Jawa Timur ini mengangkat tema *“Ijazah Tinggi, Upah Rendah: Evaluasi Sistem Pendidikan dan Ketenagakerjaan”* dan diikuti sekitar 50 mahasiswa dari berbagai kampus.


Diskusi dipandu oleh Muhammad Aqomaddin dan menghadirkan sejumlah perwakilan mahasiswa, di antaranya Vasco (Sekjen ABS), Aab (Koordinator Media BEM SI Jatim), serta Adekanz Maulana selaku Wakil Presiden Mahasiswa Telkom University Surabaya.


Kegiatan dibuka oleh Adekanz Maulana yang mengingatkan bahwa May Day bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, momentum ini penting untuk refleksi sekaligus memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa dalam merespons isu pendidikan dan ketenagakerjaan yang masih relevan hingga saat ini.


Pandangan serupa disampaikan Vasco. Ia menilai mahasiswa perlu tetap konsisten hadir sebagai kontrol sosial. “Mahasiswa punya peran penting untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama terkait isu buruh,” ujarnya dalam forum diskusi.


Sementara itu, Muhammad Aqomaddin menyoroti keterkaitan antara isu mahasiswa dan buruh yang tidak bisa dipisahkan. Ia juga mengaitkan momentum May Day dengan Hari Pendidikan Nasional, seraya menekankan pentingnya gerakan mahasiswa yang solid dan terarah dalam merespons persoalan sosial.


Dari sisi media, Aab menekankan pentingnya strategi komunikasi dalam gerakan mahasiswa. Ia menyebut media sebagai alat yang efektif untuk membangun opini publik dan memperluas jangkauan isu. “Narasi yang kuat di ruang digital bisa memperkuat perjuangan mahasiswa dan buruh,” katanya.


Menutup diskusi, Adekanz kembali mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap apatis. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut terlibat dalam perjuangan buruh dan mendorong terwujudnya keadilan sosial.


Diskusi yang berlangsung hingga pukul 17.30 WIB ini berjalan lancar dan kondusif. Para peserta pun sepakat bahwa forum seperti ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat langkah bersama dalam menyambut momentum May Day. (ALD)